Ubahlah dunia

“Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, seorang pemuda dapat mengubah dunia”. begitulah kata dari Ir. Soekarno sedikit mematuk.

Kita telah bosan mendengar berita korupsi.

Kita telah bosan melihat berita pengangguran.

Kita telah bosan melihat pendidikan di negara ini semakin jauh dari kebudayaan.

Apakah kita bisa mengubahnya?

Perubahan tidak tumbuh dari tanah atau jatuh dari langit.

Hari ini kita bisa melakukan perubahan kecil.

Perubahan dimulai dari seperti apa kita berpikir dan bagaimana tindakan melanjutkan.

Keduanya seperti pedang dan perisai dalam pertempuran

Digunakan untuk melawan dan bertahan.

Jika dalam diri kita hanya ada pedang, dibutuhkan seseorang yang memiliki perisai.

Begitulah pikiran dan tindakan digunakan

Maka saatnyalah anak muda tampil.

Karena waktu kita terbatas,

Maka jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain

Pemuda saat ini adalah pemimpin.

Kita harus berhenti mengartikan pemimpin hanya tentang menguasai dan dikuasai

Pemimpin harus diterjemahkan sebagai perubahan.

Saatnyalah kita para pemuda menjawab pesan soekarno.

Louis sinatra

Makassar, 18 okt 2017

 

 

 

Seduhan kopi

Dengan ini aku menoreh kata

Tentang ada yang latah

Terkadang pula menoleh masa

Tentang kita yang patah

Oleh masa yang semakin merapuh

 

Bila hidup mencari madu,

Maka kaulah manisku

Ya………..Pahit itu aku

Dan kita adalah seduhan kopi paling syahdu.

 

Louis sinatra

2 Maret 2017

 

Merah Marah

Senja memerah marah,

Menghujat langit yang tidak berdaya,

Membiarkan bumi seharian teraniaya ulah manusia.

Angin sore bertiup pelan seperti mengelus-elus kesabaran sang pemarah.

Keindahan yang ada hanya labur.

Perlahan-lahan hamparan merah senja jatuh ke bumi.

Semua terlihat bersemu merah,

Seperti kegeraman yang tertahan.

Dan ketika matahari perlahan terpojok ke peraduannya,

Tenggelam di kaki bumi,

Lamat-lamat senja pun menghilang membawa kepenasaran.

Malam pun datang dengan jubah kegelapannya.

 

Louis Sinatara

Makassar, 23 Maret 2018

 

Pendidikan Mahal

Pendidikan bukan lagi mencerdaskan kehidupan bangsa,

Melainkan untuk memenuhi kehidupan penguasa.

Hanya sedikit anak negri yang mampu mampu mengakses pendidikan tinggi.

Begitulah rupa perguruan tinggi negeri di bagian timur negara ini.

Atas nama modal,

Kampus dijual.

Atas nama stabilitas,

Kreativitas diberantas.

Rambut gondrong dan aksi demonstrasi dianggap abnormal.

Berbagai macam aturan garang,

Diterapkan di atas pengetahuan yang masih gersang,

Kampus tak ubahnya seperti penjara,

Biayanya mahal seperti kampus swasta,

Dan hanya bisa diakses oleh orang orang kaya.

Jika ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negri,

Silahkan mengikuti seleksi yang seksi.

KETAT!!!

Tak usah cemas lantaran tak berkualitas.

Selagi orang tuamu kaya,

Jalur mandiri pasti tersedia.

Bersedihlah bagi anda yang orang tuanya berpenghasilan rendah.

Pasalnya, golongan I dan II, memiliki kuota masing masing 5 persen saja.

Beasiswa bidikmisi kiranya bisa meringankan beban anda.

Syaratnya, dinaikkan dulu ke golongan III sehingga lebih besar potongan beasiswanya.

Begitlah rupa pendidikan hari ini yang kian hari tambah mahal saja.

Apa kabar hari ini pendidikan Endonesia???

louis sinatra

makassar, 21 sept 2018